Free songs

FORGOT YOUR DETAILS?

PANGGUNG SEDERHANA, SAJIAN NYARIS SEMPURNA

by / Tuesday, 23 August 2016 / Published in Kegiatan

UNIM. Meskipun digelar saat mahasiswa masih libur dan berbarengan dengan visitasi akreditasi Program Studi Teknik Sipil, acara  Unim-Cort Indonesia Agustusan 2016, yang digelar 18 Agustus 2016, berlangsung meriah dan relatif memuaskan semua pihak.

Very good. Perfect Performance“, kata Direktur PT Cort Indonesia, Mr Lee. Dirinya tak menyangka bahwa acara in dikemas secara penuh kejutan. Pertama, hampir semua sajian musik dan musikalisasi puisi merupakan karya sendiri. Kedua, bintang tamu yang dihadirkan sangat piawai dalam memainkan dan membawakan karya-karyanya. Ketiga, penampilan dua pimpinan universitas dalam kolabarosi bersama Antok Yunus dan Hankestra.

Pantauan awak situs unim.ac.id memang begitu adanya. Dibuka oleh kolaborasi tiga host dadakan mahasiswa, acara diawali dengan semacam sambutan. Bertindak selaku Rektor, Dr. Rachman Sidharta Arisandi,  M.Si. menyambut singkat dan jelas. Selanjutnya sambutan Yayasan oleh Daniel Ayub Aqsho, M.Si. Terakhir, Mr Lee menyambut dengan lebih banyak tersenyum dan kata terimakasih.

Selepas itu, meluncur dua karya Hankestra. Apresiasi bagus tampak dari bertambahnya penonton, dan tidak beranjaknya para undangan. Sajian dilanjutkan dengan penampilan Antok Yunus, yang tak seperti biasanya, mau melantunkan lagu, dengan didukung oleh tiga personel Hankestra. Tepuk tangan mulai diberikan oleh hadirin.

Menjelang sajian keempat, Antok Yunus pegang mike, “Berikutnya masih bersama Hankestra, saya panggil Bapak Dr. Sakban Rosidi, M.Si, naik ke pentas. Bersama kami tampilkan karya beliau ‘Happy Indonesians‘. Berkemeja putih berdasi, agak kikuk sekretaris eksekutif universitas ini menyanyikan awal refrain karyanya sendiri itu, karena tanpa latihan, lagu diaransemen secara berbeda oleh Antok Yunus dan Hankestra. Tak jadi soal, Sakban dan Han terus bernyanyi penuh semangat dan kegembiraan bersama penonton.

Acara musik rehat sejenak. Unit Kegiatan Mahasiswa Musik dan Paduan Suara UNIM ditandai peluncurannya dengan pelepasan puluhan balon yang mengangkasa seperti harapan para anggotanya. Para penerima beasiswa prestasi dipanggil ke pentas untuk menerima sertifikat beasiswa dari Mr. Lee yang didampingi Dr. Rachman Sidharta Arisandi, M.Si. Beasiswa total Rp. 25.000.000,- semester ini diberikan kepada sepuluh mahasiswa berprestasi.

Acara UNIM-Cort Indonesia Agustusan 2016 berlanjut dengan penampilan anggota UKM Musik dan Paduan Suara, yang membawakan dua lagu. Tampak memang kurang persiapan dan butuh belajar dan latihan lebih banyak. Selanjutnya, sumbangan acara dari UKM Teater KM-7 Universitas Islam Majapahit dalam musikalisasi puisi. Dua mahasiswa yang bermaksud tampil sebagai musisi komedian muncul membawakan dua buah lagu.

“Masih belajar. Semoga dengan adanya UKM Musik dan Paduan Suara nanti, semuanya bisa lebih baik”, kata salah satu penampil. Sementara itu, Misbakhu Khoir, mengharapkan agar di UKM Musik dan Paduan Suara, para mahasiswa tidak hanya belajar tampil di panggung, tetapi juga bisa menjadi event organizer dan sound enginer. “Ketiganya tidak bisa dipisahkan”, katanya.

Panggung bernuansa merah putih dengan latar sekitar pepohonan depan Rektoran selanjutnya diisi kembali oleh Hankestra. Sebuah nomor bernuansa blues berjudul “Di Maghribmu”, mengalun pelan dan mantap layaknya nomor blues klasik. Setelah satu lagi dari Hankestra, Antok Yunus kembali dipanggil ke pentas. Kali ini, giliran Dr. Rachman Sidharta Arisandi, M.Si., yang dipanggil untuk mengisi posisi perkusi.

Berkemeja merah berdasi, Pak Rektor berusaha menyesuaikan diri dengan tempo permainan kolaborasi Antok Yunus dengan Hankestra. Interpretasi puisi Dr. Tengsoe Tjahjono, M.Pd., dilakukan dengan sangat baik dan penuh enerji oleh Antok Yunus. Merasa sudah mantap dengan gaya permainan musisi lain, Pak Rektor memukul dan bergerak berirama di atas Kajone koleksi pribadinya. “Kok bisa begitu?”, tanya Antok. “Aku tak tahu”, jawab serentak para penonton. “Kok bisa begini?”, tanya Antok lagi. “Aku tah tahu”, jawab penonton menjawab berirama.

“Panggung Sederhana, Sajian Nyaris Sempurna”, barangkali itu ungkapan yang tepat untuk acara agustusan kali ini. Terimakasih Pak Daniel, terimakasih Pak Rektor, terimakasih Om Sakban, terimakasih Pak Ainul, terimakasih Pak Nur, terimakasih Mr Lee, terimakasih Antok, terimakasih Han, terimakasih Feri, terimakasih Hamdan, terimakasih Pak Misbakhu, terimakasih Fiby dan teman-teman, terimakasih mas Ade, terimakasih Bu Dewi, terimakasih Pak Yoyok, terimakasih, terimakasih, terimakasih kepada semua yang membantu dan hadir dalam acara ini.

One Response to “PANGGUNG SEDERHANA, SAJIAN NYARIS SEMPURNA”

  1. sakban rodisi says : Reply

    This is the link you can use to taste the performance.

    https://www.youtube.com/edit?o=U&video_id=sbbx18ziHbU

Leave a Reply

TOP