Free songs

FORGOT YOUR DETAILS?

Wisuda Sarjana XV Universitas Islam Majapahit Tahun 2018

by / Sunday, 30 December 2018 / Published in Kegiatan, Latest posts, Media Massa

 

 

Ya Allah,

Tuhan kami yang maha rahman dan maha rahim,

perkenankan semua lulusan universitas ini menjadi pribadi berpemikiran akademik, berkecakapan profesional, berkesadaran religius, bertanggungjawab ekologis, serta berkearifan kultural.

Universitas Islam Majapahit (UNIM) tercatat telah menggelar wisuda sebanyak 15 kali. Wisuda lulusan UNIM tahun akademik ini, dihelat di Graha Nuswantara, bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2018. UNIM didirikan oleh Prof. Dr. H. Mahmud Zain, M.Si., APU, 19 Tahun yang lalu (1999). UNIM dikelola oleh Yayasan  Bakri Adnan Zain, yang kini diketuai oleh Hj. Dewi Masyitoh, SE., dan yang bertindak sebagai Ketua Badan Pelaksana Yayasan adalah  H. Ayub Daniel Aqso, SE, M.Si.

Perkembangan UNIM

Sebagai bahan evaluasi diri bagi sivitas akademika, Rektor memberikan gambaran umum perkembangan dan kinerja sistem pendidikan UNIM dalam empat tahun terakhir. Ketika Dr H Rachman Sidharta Arisandi M.Si dilantik menjadi Rektor (2015), UNIM mengelola 14 (empat belas) program studi. Semua program studi terakreditasi dengan nilai Cukup (C), sedangkan institusi universitas sedang dalam proses akreditasi. Karena itu, misinya sebagai rektor adalah melakukan percepatan pencapaian kelayakan akademik dan institusional.

Proses akreditasi institusi, sebagaimana telah diduga berdasarkan hasil evaluasi diri, mendapatkan status terakreditasi dengan nilai Cukup (C). Berkenaan dengan Program Studi Diploma III Kebidanan, setelah melakukan kajian kelayakan dan prospek Program Studi Diploma III Kebidanan, UNIM memutuskan untuk menutup program studi ini, dengan segala konsekuensi logisnya.

Selanjutnya, sesuai masa berlaku akreditasi masing-masing, 10 (sepuluh) program studi menjalani proses akreditasi. Dari 10 (sepuluh) program studi yang menjalani proses akreditasi dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 6 (60%) di antaranya berhasil meningkat peringkatnya, dari Cukup (C) menjadi Baik (B). Sebanyak 4 (40%) sisanya, belum berhasil meningkat, atau masih harus melakukan perbaikan agar bisa naik ke peringkat B (Baik).

Apa arti status dan peringkat akreditasi tersebut? Sederhana. Selain harus atau telah memenuhi standar penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, program studi tersebut juga harus dan memenuhi standar kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian pembelajaran, dosen dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, dan pembiayaan pembelajaran.

Dalam bidang Akademik dan Kurikulum pendidikan, sejak 2015 UNIM telah melakukan telaah ulang dan penyesuaian kurikulum dengan acuan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sekaligus sebagai respons antisipatif terhadap era darwinisme ditigal, era informasi disruptif, sekaligus era revolusi industri 4.0. Review dan validasi kurikulum program studi dilakukan bersama Asosiasi Program Studi dan atau asosiasi profesi; dengan tujuan menghasilkan kurukulum yang baik, menggali rumusan capain pembelajaan serta turunannya yang mampu membekali mahasiswa memiliki kecakapan yang unggul, baik kompetitif maupun komparatif, dan memberikan softskill yang dibutuhkan di masa depan.

Pembenahan sistem informasi dan admnistrasi perkuliahan telah berjalan efektif dan tuntas dalam setahun terakhir. Sistem ini dapat mengawal proses perkuliahan agar sesuai dengan standar nasional dan stantar yang ditetapkan Universitas; dengan mengadiminstrasikan berbagai unsru-unsur pembelajaran secara online antara; perangkat pembelajaran yang teridri dari Program Pembelajaran Semester, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Kontrak Kuliah, daftar hadir kuliah, jurnal perkualiahan, Ujian dan penilaian. Penerapan sisitem informasi pembelajaran ini memberikan jaminan bahwa setiap aktivitas perkuliahan oleh dosen dan mahasiswa dapat direkam dengan baik, keberhasilan akademik mahasiswa dapat diases secara up to date dan akurat, serta dapat merekam titik-titik kelamahan yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan.

Pembaharuan SIAKAD agar kompatibel dengan sistem pelaporan Ristekdikti telah berjalan. Migrasi data dan integrasi sistem telah memasuki tahap verifikasi, validasi dan sinkronisasi, sehingga memudahkan semua pihak terkait untuk mendapatkan data akademik yang tidak hanya valid, tetapi juga up-to-date, termasuk dalam rangka penetapan kebijakan dan perencanaan program kerja.

Semacam survai terhadap tema dan frekuensi kegiatan kemahasiswaan memberikan gambaran sangat menggembirakan. Tema-tema seminar, kuliah tamu, diskusi, talk-show, pelatihan, dan lokakarya yang diprakarsai dan diselenggarakan mahasiswa bersifat sangat kekinian, milenial dan bahkan futuristik. Industri kreatif, digitalisasi kewirausahaan, keberagamaan dan multikulturalisme, hingga revolusi industri 4.0 telah diantisipasi dengan baik oleh mahasiswa digital native UNIM.

Kapabilitas bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sivitas akademika UNIM mengalami peningkatan signifikan dengan indikator antara lain berupa peningkatan jumlah perolehan hibah kompetetif, baik dari Kementerian Reistekdikti, Kementerian Agama, dan Pemerintah Daerah. Jumlah proyek penelitian dan besaran anggaran bidang ini dari universitas juga mengalami peningkatan.

Sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas akademik sivitas akademik UNIM, pengebangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kegiatan penelitian selama tiga tahun terakhir ini berkisar pada bidang: (1) energi dan energi terbarukan, (2) teknologi informasi dan komunikasi, (3) transportasi, (4) sosial humaniora, pendidikan dan agama. Adapun pengabdian kepada masyarakat juga dinilai telah berdampak positif terhadap perbaikan hidup masyarakat, khususnya dalam bidang bidang pangan dan pertanian, baik dengan membantu perbaikan pengolahan produk, pemberian mesin peralatan hasil inovasi teknologi oleh dosen, pengemasan dan pemasaran produk.

Publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah lainyya juga dilakukan oleh Dosen melalui berbagai media antara lain (1) seminar nasional dan internasional, (2) pubilkasi jurnal baik terindeks nasional maupun internasional scopus dan (3) publikasi buku ber-ISBN dengan hibah dari Kemenristekdikti maupun kolaboratif dengan Asosiasi Prodi, serta penerbitan secara mandiri.Tercatat kurang lebih 150 buah publikasi dengan rata-rata publikasi per dosen 2 (dua) buah per tahun.

Dalam bidang penjaminan mutu dan kerjasama, UNIM mendaptkan pendampingan secara komprehensif dari universitas pembina. Tahap perancangan sistem kerja penjaminan mutu beserta dokumen mutu telah dilaksanakan. Tahap implementasi penjaminan mutu secara berkesinambungan akan dimulai pada tahun akademik mendatang.

Kerjasama baik dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, maupun dalam rangka kemanfaatan timbal-balik antar lembaga maupun dengan badan usaha juga mengalami peningkatan sangat signifikan. Tanggungjawab dan rasa percaya diri yang semakin tumbuh di kalangan sivitas akademika UNIM, ditengarai sebagai semacam “bonus” dari berbagai kegiatan kerjasama tersebut.

Beberapa indikator bisa digunakan sebagai tolok ukur peningkatan kepakaran, keahlian, dan profesionalisme dosen serta tenaga kependidikan. Indikator pertama adalah proporsi dosen yang bergerak dari kategori tenaga pengajar menjadi dosen bersertifikat profesi. Indikator kedua, peningkatan jenjang karir dosen, yang sebagian besar telah memiliki jabatan akademik fungsional lektor. Indikator ketiga, undangan sebagai pembicara dalam forum akademik dan profesi, baik nasional maupun internasional. Indikator keempat, penghargaan yang diterima dosen dari lembaga dan asosiasi profesi. Indikator kelima, penerbitan karya ilmiah dan buku, baik tingkat nasional maupun pada jurnal dengan reputasi internasional. Indikator keenam, peningkatan kualifikasi dosen melalui studi doktor, baik di dalam maupun di luar negeri.

Jumlah Lulusan dan Wisudawan Terbaik

Sebagaimana telah dilaporkan, tahun akademik 2018/2019 ini, UNIM meluluskan dan mewisuda 431 (empat ratus tiga puluh satu) sarjana (S1) berbagai program studi. Masing-masing adalah Program Studi Akuntansi, Manajemen, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknologi Hasil Pertanian, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Matematika.

Lulusan Terbaik tingkat universitas dalam Wisuda Sarjana Ke-15 Tahun Akademik 2017/2018 adalah Ariyanti Munika dari Fakultas Teknik, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, dengan IPK 3.89.

Evaluasi Kinerja

Selain dikenal sebagai lembaga akademik dan organisasi sosial, yang mewajibkan universitas menjalankan dharma penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sebuah universitas tentu saja merupakan lembaga pendidikan. Sebuah universitas juga menyerupai sistem produksi, yang memiliki: (1) input atau masukan mentah, masukan instrumental, masukan lingkungan, (2) proses managerial dan instruksional, (3) capaian instruksional dan produk berupa lulusan, (4) output atau keluaran institusional, dan (5) outcome berupa keuntungan pribadi dan kemanfaatan sosial.

Kinerja pendidikan universitas juga harus dinilai secara sistemik, dengan tidak memisahkan antara masukan, proses, hasil, produk, output, dan outcome-nya. Pintuk masuk paling mudah untuk menilai kinerja universitas adalah dengan melakukan kajian penjejakan, mulai dari komponen input hingga outcome. Bagaimana kinerja sistem pendidikan UNIM dalam empat tahun terakhir?

Pertama, jumlah mahasiswa baru cenderung menurun, yaitu: 799 mahasiswa pada tahun 2015; 565 mahasiswa pada tahun 2016; 367 mahasiswa pada tahun 2017; dan 353 mahasiswa pada tahun 2018.

Kedua, angka putus studi cenderung menurun, yaitu: 356 mahasiswa (44,5%) pada angkatan 2015; 102 mahasiswa (18,1%) pada angkatan 2016; dan 4 mahasiswa (1,1%) pada angkatan 2017.

Ketiga, lama studi hingga lulus tepat waktu cenderung stabil, yaitu: 91,8% pada tahun 2015; 92,6% pada tahun 2016; 93,9% pada tahun 2017; dan 91,7% pada tahun 2018.

Keempat, jumlah lulusan cenderung meningkat, yaitu: 256 lulusan pada tahun 2015; 349 lulusan pada tahun 2016; 426 lulusan pada tahun 2017; dan 431 lulusan pada tahun 2018.

Dengan membandingkan antara jumlah masukan sebanyak 799 mahasiswa pada tahun 2015, dengan jumlah lulusan 431 sarjana pada tahun 2018, bisa dipetik dua pelajaran sekaligus. Pelajaran pertama, tingkat pemborosan pendidikan (wastage in education) pada angkatan 2015 tergolong sangat tinggi. Ini tercermin dari jumlah mahasiswa yang putus studi 356 orang (44,5%), dan jumlah mahasiswa yang terlambat lulus sebanyak 12 orang (1,5%).

Penelusuran terhadap penyebab putus studi memang bermacam-macam. Namun demikian, ketidak-sanggupan mencapai standar kecakapan minimum dengan gejala indeks prestasi yang rendah menjadi faktor utama. Absensi, kemalasan, pesimisme, hingga keengganan melakukan daftar-ulang dan memenuhi kewajiban keuangan, bertali-temali dengan gejala indeks prestasi yang rendah.

Sejumlah kemudahan administratif dan keringanan keuangan yang ditawarkan oleh universitas, tidak berdampak signifikan terhadap mahasiswa rawan putus studi yang ditengarai memiliki indeks prestasi rendah. Karena itu, Rektor memandang perlu menempuh kebijakan sistem penerimaan mahasiswa yang bisa menjamin setiap mahasiswa baru masuk pada program studi yang sesuai dengan kesiapan belajar, jenis kecerdasan terbaik, minat pribadi, dan daya-tampung program studi. Asesmen psikologis yang mengukur penalaran numerik, penalaran verbal dan penalaran abstrak dalam penerimaan mahasiswa baru, dimaksudkan untuk memberi arahan kepada calon mahasiswa agar masuk pada program studi yang terbaik bagi dirinya.

Pelajaran kedua, berdasarkan perbandingan data masukan dengan data lulusan, maka dapat disimpulkan bahwa wisudawan dan wisudawati yang dalam yudisium telah ditetapkan kelulusan mereka, dan pada hari ini diwisuda menjadi sarjana (S1) adalah para mahasiswa yang terbukti memiliki kemampuan, kesanggupan, dan ketangguhan sehingga berhasil lulus dan diwisuda. Karena para wisudawan wajib bersyukur, karena telah menjadi bagian dari sekitar 42% mahasiswa seangkatan yang berhasil lulus tepat waktu.

Setelah diwisuda, tiba saatnya bagi para wisudawan untuk kembali ke masyarakat dengan tiga semangat saling terkait, yaitu: kerja, kriya dan karya. Bekerja mencari nafkah dan bermatapencaharian demi kesejahteraan diri dan keluarga. Berkriya memadukan ilmu, teknologi dan seni terapan demi kehidupan yang seimbang antara semangat mencari kebenaran, memudahkan penghidupan, dan menghasilkan keindahan. Berkarya mendharma-baktikan pengetahuan dan ketrampilan tidak hanya demi keuntungan pribadi, tetapi juga bagi kemanfaatan masyarakat.

Jejaring dan Karir Alumni

Menjelang usia 20 tahun universitas ini menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam layanan pendidikan serta pengembangan ilmu dan teknologi, UNIM terus berbenah diri menuju tahap keunggulan akademik dan institusional. Secara komulatif, sejak berdiri UNIM telah menghasilkan 4.181 lulusan Sarjana dan Diploma 3, dengan porsi terbesar sarjana.

Dengan ribuan jumlah lulusan tersebut, sudah saatnya bagi para alumni UNIM untuk mengembangkan IKA-UNIM menjadi jejaring silaturahmi dan pemberdayaan alumni. Almamater UNIM mempersilahkan dan bahkan memanggil agar para alumni juga melakukan up-grading kompetensi melalui bekerjasama dengan program studi masing-masing.

Kajian penjejakan (tracer study) terhadap alumni UNIM menunjukkan hasil cukup menggembirakan. Karir menjadi guru dan pegawai negeri sipil (ASN) masih menjadi pilihan pertama bagi lulusan FKIP, FAI dan FISIP. Peluang lulusan UNIM untuk memasuki karir guru dan ASN ini menjadi lebih terbuka karena semua program studi pada ketiga fakultas tersebut telah terakreditasi dengan peringkat Baik (B).

Karir sebagai karyawan badan usaha swasta menjadi pilihan selanjutnya, terutama lulusan Fakultas Teknik. Sejalan dengan upaya peningkatan kelayakan akademik dalam bentuk peningkatan peringkat akreditasi, penguatan terhadap daya-saing lulusan fakultas ini telah diupayakan melalui perbaikan kurikulum, pengembangan laboratorium, dan kerjasama dengan dunia usaha dan industri.

Karir sebagai wirausahawan dalam berbagai bentuknya, menjadi pilihan ketiga, khususnya lulusan Fakultas Ekonomi. Sejalan dengan upaya peningkatan kelayakan akademik dalam bentuk peningkatan peringkat akreditasi, penguatan terhadap daya-saing lulusan fakultas ini telah diupayakan melalui kegiatan ko-kurikuler kewirausahaan. UKM Kewirausahaan UNIM yang hingga kini tercatat sebagai UKM paling aktif, dari 36 UKM yang ada, akan menjadi wahana penting bagi mahasiswa yang hendak mengembangkan diri dalam bidang kewirausahaan.

Wisuda akhirnya ditutup dengan doa kepada Allah yang Maha Pemurah dan Pengasih, agar semua lulusan universitas ini menjadi pribadi berpemikiran akademik, berkecakapan profesional, berkesadaran religius, bertanggungjawab ekologis, serta berkearifan kultural.

 

Leave a Reply

TOP